Rabu, 11 Juni 2014

Disaster Preparedness: Looking through the Lens of Hospitals in Japan

Nama : Marhamah 
Nim    : 1309200140034
Unit    : IV b
MAGISTER ILMU KEBENCANAAN


Fasilitas penting, seperti rumah sakit, memainkan peran penting dalam pemulihan sosial ekonomi dan psikologis  penduduk setelah bencana. Rumah sakit yang dianggap penting karena peran mereka dalam menyelamatkan nyawa dalam populasi yang terkena dampak dan harus mampu menahan bahaya dan tetap berfungsi setelah bencana. 
Artikel ini menilai gempa kesiapan rumah sakit di delapan kota di Jepang menggunakan survei kuesioner.Kuesioner terdiri dari enam parameter dan 21 indikator dari "empat pilar rumah sakit  kesiapan "termasuk struktural, nonstruktural, fungsional, dan sumber daya manusia. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah sakit responden memenuhi kesiapan fungsional, yang berguna selama masa darurat bencana, sementara tiga pilar lainnya-struktural, nonstruktural, dan sumber daya manusia-perlu diperkuat.Studi ini membantu untuk menilai status kesiapsiagaan bencana serta kesenjangan untuk rumah sakit ini di Tohoku dan Nankai Trough daerah, mengambil pelajaran besar dari Jepang Timur gempa dan tsunami dari daerah Tohoku. status ini dan kesenjangan yang digunakan sebagai titik keberangkatan untuk menunjukkan bagaimana meningkatkan kesiapan dan ketahanan terhadap resiko bencana masa depan.
Dampak bencana pada sektor kesehatan menyebabkan bencana sekunder akibat dari kerusakan pada fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit. Samudra Hindia tahun 2004 tsunami sangat mempengaruhi 61 persen rumah sakit di Aceh yang memiliki kemampuan untuk fungsi terhenti dalam situasi krisis (PBB 2009). Pasca bencana dampak pada rumah sakit berbeda karena beberapa faktor, seperti jenis bencana, kerentanan dan kapasitas sistem kesehatan, dan risiko kondisi yang berkaitan.
Rumah Sakit kesiapsiagaan bencana di Jepang telah berkembang karena pengalaman bencana di masa lalu. Peristiwa bencana masa lalu dan korban yang tinggi di negara itu telah memaksa Jepang pemerintah untuk mengubah hukum-hukumnya dan mengadopsi konsep-konsep dasar sistem pelayanan kesehatan untuk bencana. revisi undang-undang penanggulangan bencana dan adopsi konsep dasar merupakan faktor mendasar mengapa Jepang memiliki upaya yang dilakukan untuk membuat rumah sakit lebih siap untuk bencana di masa depan. Hal ini penting untuk memahami dasar pemikiran ini untuk kesiapan rumah sakit di Jepang.Sebuah rumah sakit yang aman tidak boleh runtuh akibat bencana dan penyebabnya korban pasien dan staf tetap harus berfungsi dan memberikan pelayanan sebagai fasilitas penting untuk cummunity saat yang paling membutuhkan rumah sakit A harus dilengkapi dengan rencana kontingensi dan memiliki jaringan operasional di tempat. Untuk memastikan bahwa rumah sakit di Jepang memenuhi kriteria tersebut dan dipersiapkan untuk bencana.
 Penelitian ini meneliti empat pilar kesiapan rumah sakit berdasarkan Indeks Keselamatan Rumah Sakit (HSI) pendekatan (PAHO / WHO 2008) dan penilaian elemen kerentanan di rumah sakit.Analisis kuesioner dilakukan secara kuantitatif menggunakan Excel serta kualitatif, berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ke rumah sakit. Temuan fokus pada tanggapan dari rumah sakit tentang berbeda kesiapsiagaan. Rumah sakit adalah baris pertama dari kesiapsiagaan bencana yang harus aman dengan kemampuan operasi seratus persen melalui setiap hari sepanjang tahun.
Penilaian bencana kesiapan rumah sakit sangat penting, karena telah terjadi meningkatnya jumlah bencana di seluruh dunia dan rumah sakit kesiapsiagaan sangat signifikan terutama setelah tahun 2011 (GEJET). Meskipun tingkat respon survei dalam penelitian ini rendah, studi ini menyajikan penilaian awal rumah sakit kesiapsiagaan bencana dari beberapa yang paling penting rawan gempa. wilayah Jepang dan mengidentifikasi kesiapan serta kesenjangan fasilitas kesehatan daerah ini. 
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai titik keberangkatan untuk membangun ketahanan lebih lanjut dari rumah sakit untuk risiko masa depan.
Penelitian ini menyoroti kurangnya ruang yang tersedia untuk evakuasi darurat, rendahnya cakupan pemetaan bahaya, dan kekurangan dalam manajemen penyakit di banyak rumah sakit yang dapat mengganggu pengiriman dasar layanan normal. Sebagian besar rumah sakit memiliki : toko, cukup saham dan persediaan obat-obatan, makanan, tempat tidur, tag triase, dan tenda, alat komunikasi yang memadai, dan transportasi layanan yang akan berguna dalam keadaan darurat.
         

Senin, 02 Juni 2014

PASUKAN KELAS BAHAGIA

MARHAMAH JM


ERLINAWATI


SAID IKRAM BAABUD


RAHMAT FITRIYANTO


ROHANDI


MAULIANUR RIZKI

RIKA FITRI



BERSAMBUNG...... :D 


ANALISIS ANCAMAN BENCANA DI GAMPONG KUTABLANG KOTA LHOKSEUMAWE

NAMA           : MARHAMAH
NIM               : 1309200140034
PRODI           : MAGISTER ILMU KEBENCANAAN
UNIT              : IV B


Kota Lhokseumawe adalah sebuah kota di provinsi Aceh, Indonesia. Kota ini berada persis di tengah-tengah jalur timur Sumatera. Berada di antara Banda Aceh dan Medan, sehingga kota ini merupakan jalur distribusi dan perdagangan yang sangat penting bagi Aceh (http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Lhokseumawe)

                                   

Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. (Definisi bencana menurut UU No. 24 tahun 2007)


Bencana merupakan pertemuan dari tiga unsur, yaitu ancaman bencana, kerentanan, dan kemampuan yang di picu oleh suatu kejadian.

Gampong kutablang adalah salah satu gampong yang terletak di pusat kota lhokseumawe, sehingga akan banyak ancaman bencana yang kemungkinan bisa terjadi. 
 Gampong kutablang adalah salah satu gampong yang terletak di pusat kota lhokseumawe, sehingga akan banyak ancaman bencana yang kemungkinan bisa terjadi. 
1. Ancaman bencana dari segi posisi geografis Kutablang kota Lhokseumawe :

Simpang kutablang memiliki persimpangan yang sangat padat pengendaranya, pada jam – jam sibuk tertentu, seperti pada waktu 07.00 s/d 08.30 wib dan 16. 00 s/d 18. 00.  Sehingga ancaman kecelakaan lalu lintas bisa terjadi kapan saja. Simpang kutablang juga memliki 5 persimpangan yang dipenuhi dengan pertokoan yang padat, penggunaan badan jalan juga sebagian di pakai untuk pedagang kaki lima, lahan parkir juga sudah semakin sempit. .
                                              Gambar : Pengendara sepeda motor gampong kutablang

2. Ancaman bencana dari segi kesehatan
Simpang kutablang memiliki kedekatan dengan salah satu rumah sakit swasta yang tempat pembuangan sampah dari limbah rumah sakit yang terletak di depan rumah sakit tersebut.

3. Ancaman bencana dari segi  politik
Adanya larangan dari pihak pemerintah kota lhokseumawe, pengedara sepeda motor yang duduk di belakang dilarang mengangkang, sehingga akan menambah korban dalam kecelakaan lalu lintas yang tidak mengikuti prosedur dan peraturan lalu lintas yang bertentangan dengan peraturan yang di buat tampa berlandaskan research terhadap masyarakatnya.

4.Ancaman bencana dari segi alam
Gampong kutablang hanya memiliki garis contour 5 m dpl sehingga apabila tsunami terjadi, maka kemungkinan besar kota Lhokseumawe termasuk gampong Kutablang akan tergenang banjir. Sehingga perlu pembuatan dan perluasan badan jalan menuju ke daerah yang lebih tinggi. ancaman bencana banjir juga menghantui warga kutablang, Penutupan lahan yang hampir mencapai 80 persen, sehingga daerah serapan air sudah sangat berkurang, sehingga pada saat musim hujan, dengan beberapa intesitas hujan yang deras bisa mengakibatkan simpang kutablang banjir hanya dalam beberapa jam saja. faktor curah hujan tinggi yang besar akan mudah membuat gampong kutablang banjir, di tambah dengan muka air tanah di gampong kutablang sangat tinggi. sehingga pemicu terjadinya banjir sangatlah kompleks.
                                                 Gambar : banjir kota lhokseumawe (sumber : google.com)
MedanBisnis - Lhokseumawe. Pemko Lhokseumawe bertekad agar daerah-daerah langganan banjir tidak mengalaminya lagi, makanya kawasan yang berpotensi banjir setiap musim penghujan harus dikendalikan, salah satunya dengan melakukan pelebaran drainase.
Seperti gampong di pusat kota yang menjadi langganan banjir, Lancang Garam di Kecamatan Banda Sakti. "Mudah-mudahan dengan pelebaran drainase banjir bisa diminimalisir," ucap Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya melalui Plt Humas, Muslim, Kamis (5/9).

Drainase yang dilebarkan terhubung langsung dengan waduk pengendali banjir di kawasan Pusong, Kecamatan Banda Sakti. Ruas drainase yang saat ini sedang dilebarkan adalah di sepanjang Jalan Tgk Cik Ditiro. "Sepanjang jalan itu merupakan dataran rendah, dan drainasenya saat ini sempit menjadi penyebab air tidak bisa cepat surut saat banjir," ujarnya. (sugito tassan).

Yang Harus Dilakukan Saat Banjir
  1. Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang   terkena bencana
  2. Mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk disebrangi
  3.  Hindari berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir.
  4. Segera mengamankan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi.
  5. Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti Kantor Kepala Desa, Lurah ataupun Camat (sumber: http://bpbd.sukoharjokab.go.id/tips-siaga-bencana/banjir/ )